Langsung ke konten utama

Kunana [ Part 1 : First Impression ]

Jenjang kuliah, jenjang menuntut ilmu masa depan. Rambut pendek, tak berdandan, bibir kering, sudah menjadi impression pertamaku di bangku perkuliahan. Bisa dibilang anak tomboy aliran Jepang. Aku kuliah di teknik, seragam sudah disediakan oleh atasan, yang ternyata kelihatannya kelombor. Mungkin aku salah bilang ukuran yang sebenarnya ukuranku L malah ambil XL.
Hari pertama kuliah memang menyenangkan. Melepas ospek hari kemarin yang bikin jengkel rasanya. Aku masuk, kelas sudah pada rame seperti pasar. Kayaknya mereka itu sudah kenal atau sok kenal. Ada yang duduk dikursi dosen, ada yang main spidol hmm. Mereka masih membawa masa SMA itu wajar, kan baru saja masuk kuliah. Tapi aku tetep diam saja, sambil memainkan handphone Nokia Asha 316 yang dulu itu masih belum tenarnya Smartphone. Akhirnya dosen sudah datang.Ibunya itu punya wajah yang menarik, cantik, rambutnya lurus, badannya juga tinggi. Belakangku, anak cowok sepertinya naksir sama ibu dosen yang satu ini. 

Mata kuliah K3 selesai, ditengah aku keluar kelas, aku melihat cowok tinggi banget. Dia bongsor banget sampai kepalanya hampir mengenai daun pintu. Wajahnya tidak menarik, tapi dia sangat keren. Ingin kenalan, tapi aku takut. Aku belum pernah merasakan yang seperti ini. Aku bertekad untuk menyimpan rasa kagumnya sampai aku benar benar siap. 
"Kunana!!" ada yang memanggilku dari belakang. Dia temanku waktu LDK kemarin, namanya Cantik. Memang cantik sih, dibanding denganku yang lusuh gini kayak anak cowok. 
"Na, coba lihat anak itu", dia menunjuk anak kelas asal Kalimantan yang wajahnya ganteng. Menurutku dia biasa saja, ganteng dari mana coba. Cantik selalu bilang tentang anak cowok itu. Apa aku sendiri tidak normal ya, tidak bisa suka sama cowok ganteng. Akhirnya kita ketemu anak kelas yang wajahnya imut, namanya Marina. Aku dikelilingi anak yang wajahnya menarik, rasanya kok minder begini ya. Sumpah sedih rasanya. Dan kita bertiga menjadi teman dekat, dikelas juga selalu bertiga, cerita juga bertiga, ke kantin juga bertiga yang sampai akhirnya aku kenalan dengan cowok besar, agak gendut cuma dia tinggi, namanya Alan. Alan cowok pertama yang aku kenal dibangku perkuliahan. Sepertinya dia kenal sama anak tinggi seperti tiang itu. Aku mencoba tanya, tapi takut nanti malah dikatain. Tapi Alan kenal dengan anak Kalimantan itu. Akhirnya aku punya ide biar Cantik dan Marina bisa kenal sama anak yang katanya ganteng itu.

Komentar