Hal yang paling menakutkan adalah ketika saya tiba - tiba merasa Transgender Saya tau kalau gender itu bukan jenis kelamin, tapi terletak pada sifat pada hakikat kodratnya. Saya memang berjenis kelamin perempuan, tapi pada saat itu saya pernah merasa saya adalah LAKI - LAKI. Apakah itu salah ketika saya memakai pakaian laki - laki? Apakah itu salah ketika saya mulai suka memotong rambut? Apakah itu salah ketika saya merasa menjadi laki - laki? Apakah itu salah ketika saya tiba - tiba tidak tertarik dengan laki - laki namun kebalikannya? . . Entah sesuatu yang memasuki pikiranku ketika saya lebih nyaman menjadi Rama daripada Kunana. Saya lebih senang saya digandeng oleh teman perempuan saya. Na, kalau kamu jadi laki - laki, mungkin aku ingin menjadi pacarmu.. Apakah jiwa saya sudah menjadi seorang laki - laki? Saya pun senang mendengarnya. Saya lebih melebihkan lagi dengan meratakan dada kemudian menekuk kaki ketika berjalan. Mas, isi tangki berapa? Orang lain pun mengaku...
Jenjang kuliah, jenjang menuntut ilmu masa depan. Rambut pendek, tak berdandan, bibir kering, sudah menjadi impression pertamaku di bangku perkuliahan. Bisa dibilang anak tomboy aliran Jepang. Aku kuliah di teknik, seragam sudah disediakan oleh atasan, yang ternyata kelihatannya kelombor. Mungkin aku salah bilang ukuran yang sebenarnya ukuranku L malah ambil XL. Hari pertama kuliah memang menyenangkan. Melepas ospek hari kemarin yang bikin jengkel rasanya. Aku masuk, kelas sudah pada rame seperti pasar. Kayaknya mereka itu sudah kenal atau sok kenal. Ada yang duduk dikursi dosen, ada yang main spidol hmm. Mereka masih membawa masa SMA itu wajar, kan baru saja masuk kuliah. Tapi aku tetep diam saja, sambil memainkan handphone Nokia Asha 316 yang dulu itu masih belum tenarnya Smartphone . Akhirnya dosen sudah datang.Ibunya itu punya wajah yang menarik, cantik, rambutnya lurus, badannya juga tinggi. Belakangku, anak cowok sepertinya naksir sama ibu dosen yang satu ini. M...